Elastisitas

A.  Pengertian

Elastisitas merupakan konsep umum yang digunakan untuk mengkuantifikasi respon atau tanggapan dari suatu variabel (terikat) ketika variabel lainnya (bebas) mengalami perubahan.

Secara umum, jika variabel A mengalami perubahan sebagai tanggapan atas perubahan dalam variabel B, maka elastisitas A terhadap B sama dengan perubahan persentase variabel A dibagi dengan perubahan persentase variabel B, atau:

B.  Kegunaan

Jika teori ilmu ekonomi adalah pernyataan atau sekumpulan pernyataan tentang sebab dan akibat, aksi dan reaksi dan digunakan untuk meramalkan perubahan perilaku agen-agen ekonomi, maka elastisitas digunakan untuk memperkirakan atau mengukur berapa besar kecenderungan reaksi atau perubahan tersebut

 

C.  Slope dan Elastisitas

Nilai slope (atau kemiringan) sebuah kurva bisa dikatakan sebagai ukuran tanggapan dari perubahan pada variabel-variabel di kedua sumbunya (x dan y), akan tetapi nilai slope bukan merupakan ukuran formal yang baik. Hal ini disebabkan nilai slope tergantung pada unit yang digunakan untuk mengukur variabel dalam sumbu. Perhatikan diagram berikut yang memperlihatkan kurva yang identik, akan tetapi memiliki perbedaan dalam unit pengukuran sumbu x:

Dalam grafik sebelah kiri ukuran kuantitas adalah dalam pound sedangkan grafik sebelah kanan adalah dalam ounces. Nilai slope kedua grafik adalah berbeda:

 

Untuk menghindari masalah perbedaan ukuran unit, maka perubahan dikonversi menjadi persentase → Elastisitas

 

D.  Jenis-jenis Elastisitas

1)  Elastisitas Permintaan (price elasticity of demand)

Rasio perubahan persentase kuantitas yang diminta terhadap perubahan persentase harga → nilainya selalu negatif

Faktor yang mempengaruhi elastisitas permintaan:

  • Ketersediaan barang substitusi

Semakin banyak barang substitusi tersedia untuk sebuah barang, semakin elastis permintaan barang tersebut

  • Definisi pasar

Semakin sempit batasan definisi sebuah pasar, maka semakin elastis permintaan barangnya. Ex: Makanan (umum)     tentu tidak memiliki barang substitusi, sehingga elastisitas permintaan adalah inelastis. Akan tetapi jika digunakan es krim, maka terdapat barang substitusi untuk es krim tersebut—permintaan lebih elastis. Lebih lanjut, jika digunakan es krim coklat, maka akan lebih banyak lagi barang substitusi sehingga elastisitas permintaan lebih elastic lagi

  • Pentingnya hal-hal yang tidak penting

Ketika suatu barang hanya menempati sebagian kecil dari total anggaran, maka kita cenderung memberi sedikit perhatian pada barang tersebut. Dalam kasus ini, permintaan cenderung inelastis

  • Dimensi waktu

Barang cenderung memiliki permintaan yang lebih elastis dalam jangka panjang dibandingkan dalam jangka pendek, karena dalam jangka panjang dimungkinkan terjadinya proses penyesuian-penyesuian baik oleh produsen maupun konsumen.
Sebagai contoh, kenaikan harga bensin dalam jangka pendek hanya akan mengurangi sedikit jumlah kuantitas yang diminta—karena baik produsen maupun konsumen tidak bisa mengganti konsumsi bensin dengan barang lain—akan tetapi dalam jangka panjang kenaikan harga ini akan mendorong penurunan jumlah yang diminta—karena konsumen membeli kendaraan yang lebih hemat bensin, atau pindah menggunakan transportasi publik

2)  Elastisitas Penawaran (price elasticity of supply)

Rasio perubahan persentase kuantitas barang yang ditawarkan terhadap perubahan persentase harga → cenderung positif untuk pasar output

3)  Elastisitas Silang (cross-price elasticity of demand)

Rasio perubahan persentase kuantitas yang diminta dari suatu barang terhadap perubahan persentase harga barang lainnya

4)  Elastisitas Pendapatan (income elasticity of demand)

Rasio perubahan persentase kuantitas yang diminta terhadap perubahan persentase pendapatan

 

E.  Tipe Elastisitas

1) Elastis, jika nilai |e| > 1

Perubahan persentase kuantitas lebih besar dibandingkan perubahan persentase harga dalam nilai absolut

2)  Elastis sempurna, jika nilai |e| = ∞

Kuantitas akan turun ke titik nol ketika ada sedikit peningkatan dalam harga

3)  Elastis Uniter, jika nilai |e| = 1

Perubahan persentase kuantitas sama dengan perubahan persentase harga dalam nilai absolut

4)  Inelastis, jika nilai |e| < 1

Perubahan persentase kuantitas lebih kecil dibandingkan perubahan persentase harga dalam nilai absolut

5) Inelastis sempurna, jika nilai |e| = 0

Kuantitas tidak berubah sama sekali ketika ada perubahan harga

 

F.  Menghitung Elastisitas

1)  Elastisitas Titik (point elasticity)

Rumus ini mempunyai kelemahan yaitu “arah” perhitungan berpengaruh terhadap hasil perhitungan dalam sebuah interval yang sama

2)  Elastisitas titik tengah (arc elasticity)

 

G.  Elastisitas Berubah di Sepanjang Kurva Garis Lurus

Walaupun dalam kurva yang berbentuk garis lurus nilai slope adalah konstan, akan tetapi nilai elastisitas di sepanjang kurva tersebut berubah-ubah. Nilai elastisitas pada sisi sebelah kiri kurva adalah elastis, tepat pertengahan kurva sama dengan satu, dan sisi sebelah kanan kurva adalah inelastis.

Mengapa demikian?

 

H.  Elastisitas dan Penerimaan Total (Total Revenue)

Penerimaan Total (TR) = P x Q

1)  Ketika permintaan adalah elastis—persentase perubahan dalam kuantitas lebih besar dibandingkan persentase perubahan dalam harga, kenaikan harga akan menurunkan penerimaan total

TR mula-mula direpresentasikan oleh luas persegi empat 0Q1AP1. Ketika harga naik menjadi P2, TR berubah menjadi 0Q2BP2 (perhatikan bahwa luas persegi empat menjadi lebih kecil dibanding kondisi awal)

2)  Ketika permintaan adalah inelastis—persentase perubahan dalam kuantitas lebih kecil dibandingkan persentase perubahan dalam harga, kenaikan harga akan meningkatkan penerimaan total

TR mula-mula direpresentasikan oleh luas persegi empat 0Q1AP1. Ketika harga naik menjadi P2, TR berubah menjadi 0Q2BP2 (perhatikan bahwa luas persegi empat menjadi lebih besar dibanding kondisi awal)

 

Referensi:

1.  Mankiw, N. Gregory, Principles of Economics 5th edition,  Cengage Learning

2.  Case, Karl E. and Fair, Ray C., Prinsip-prinsip Ekonomi, 8th edition, 2007, Erlangga.

 

 



Leave a Reply

*